Surade, 30 Agustus 2025 – MAN 3 Sukabumi menyelenggarakan acara perpisahan purnabakti untuk dua guru teladan, Bapak Drs. Dadang Sadrah, M.M. dan Ibu Hj. Yuliani Widayati, S.E., M.M.Pd., yang telah mengabdikan diri lebih dari 30 tahun di dunia pendidikan. Acara yang digelar pada Sabtu, 30 Agustus 2025 ini berlangsung khidmat, penuh keharuan, namun juga sarat kebanggaan atas jejak pengabdian yang ditinggalkan keduanya.
Dengan tajuk “Selamat Jalan Purnabakti”, acara dihadiri sekitar 60 guru dan staf MAN 3 Sukabumi. Suasana tampak seragam dengan seluruh undangan mengenakan kaos putih yang khusus disiapkan oleh kedua purnabakti. Acara dipandu oleh Wakamad Humas dan diawali dengan penampilan solawat indah dari kelompok paduan suara Pondok Pesantren Ulul Albab asuhan Neng Salwa Salsabila. Dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan M. Faiz Lidinillah Abidin, siswa kelas XI-K, suasana acara terasa semakin sakral.


Kepala MAN 3 Sukabumi, Pahirudin, S.Ag., M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi keduanya:
“Bapak Drs. Dadang Sadrah dan Ibu Hj. Yuliani Widayati bukan hanya guru bagi para siswa, tapi juga teladan bagi kami semua. Tiga puluh tahun bukanlah waktu singkat, dan keduanya telah meninggalkan warisan berharga berupa ilmu, keteladanan, serta semangat pengabdian. Kami bangga pernah berjuang bersama, dan doa kami semoga Allah SWT melimpahkan keberkahan dalam masa purnabakti ini.”

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemutaran dokumenter perjalanan keduanya selama mengabdi. Foto-foto semasa aktif hingga testimoni dari belasan rekan sejawat menghadirkan suasana haru sekaligus bangga. Para hadirin tak kuasa menyembunyikan rasa kehilangan, namun juga bersyukur atas jejak kebaikan yang mereka tinggalkan di madrasah tercinta.
Untuk mencairkan suasana, panitia menghadirkan hiburan musik. Lagu legendaris “ Neng Geulis ”, yang dikenal sebagai lagu favorit sekaligus identik dengan Bapak Dadang dalam setiap kesempatan, dibawakan merdu oleh seorang siswi kelas XI. Iringan musik kacapi dari Ahdan Fajar, S.Sn., guru seni musik MAN 3 Sukabumi, menambah kesyahduan penampilan tersebut.

Momen kejutan pun hadir saat keluarga terdekat kedua purnabakti dipersilakan maju, disusul penampilan seorang sahabat lama yang menemani perjuangan sejak penugasan dari Bandung ke Surade tahun 1994. Dalam ulasannya, sang sahabat menuturkan, “Kami memulai perjalanan ini bersama-sama, penuh suka duka, hingga akhirnya tiba di titik ini. Bapak dan Ibu telah memberikan yang terbaik, dan hari ini adalah bukti bahwa pengabdian tidak pernah sia-sia.”
Sebagai bentuk penghargaan, pihak madrasah menyerahkan cenderamata kepada kedua purnabakti melalui Kepala MAN 3 Sukabumi. Penyerahan ini menjadi simbol ucapan terima kasih mendalam atas seluruh dedikasi, pengabdian, serta keteladanan yang tak ternilai.


Di akhir acara, Bapak Drs. Dadang Sadrah dan Ibu Hj. Yuliani Widayati menyampaikan sepatah dua patah kata. Keduanya menyampaikan rasa syukur, bangga, dan terima kasih atas kebersamaan selama ini, sekaligus pesan kepada generasi penerus untuk tetap menjaga semangat kebersamaan, disiplin, dan integritas dalam mendidik.


Acara perpisahan purnabakti ini ditutup dengan doa bersama, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh keluarga besar MAN 3 Sukabumi. Ada rasa haru, ada bangga, dan ada doa yang mengiringi perjalanan baru kedua purnabakti yang kini memasuki babak kehidupan berikutnya.

(Dok. Humas MAN 3)

Beri Komentar