Jumat, 17-04-2026
  • Aya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasi
  • Aya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasi

Pesantren Ramadan MAN 3 Sukabumi: Meraih Keberkahan Ilmu dengan Menjaga Adab

Diterbitkan : - Kategori : Uncategorized

Mantis.news_Dalam rangka meningkatkan pembinaan karakter religius peserta didik selama bulan suci Ramadan, MAN 3 Sukabumi menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadan yang dilaksanakan pada 2 s.d. 13 Maret 2026 (12 s.d. 23 Ramadan 1447 H). Kegiatan ini bertempat di lingkungan madrasah dan dipusatkan di Masjid As-Syarifah MAN 3 Sukabumi dengan melibatkan seluruh guru Pendidikan Agama Islam serta seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Peserta kegiatan merupakan seluruh siswa kelas X hingga XII.

Kegiatan Pesantren Ramadan ini mengusung tema “Meraih Keberkahan Ilmu dengan Menjaga Adab” sebagai bentuk penguatan karakter peserta didik dalam menuntut ilmu. Program ini diinisiasi oleh guru-guru PAI sebagai bagian dari media pembinaan spiritual dan akademik yang selaras dengan program pembinaan madrasah di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Acara pembukaan dilaksanakan setelah pelaksanaan salat duha berjamaah yang dilanjutkan dengan lantunan selawat. Seluruh siswa dan GTK berkumpul di masjid untuk mengikuti rangkaian pembukaan yang dipandu oleh Ridwan Suherman. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Dede Marfu yang menghadirkan suasana khidmat dan penuh keberkahan.

Ketua panitia, Oman Sumarna, dalam laporannya menyampaikan bahwa Pesantren Ramadan ini tidak sekadar pesantren kilat sebagaimana yang lazim dilaksanakan di sekolah pada umumnya, melainkan kegiatan pendalaman nilai-nilai keilmuan dan pembentukan karakter peserta didik. Materi utama yang dipelajari adalah kitab klasik Ta’limul Muta’allim karya Burhanuddin al-Zarnuji yang berisi pedoman adab dalam menuntut ilmu.

Materi yang dikaji meliputi:

  1. Keutamaan ilmu dan niat belajar
  2. Memilih guru dan teman belajar
  3. Menghormati guru
  4. Kesungguhan dan disiplin dalam belajar
  5. Waktu yang baik untuk belajar
  6. Cara-cara menghafal yang efektif
  7. Hal-hal yang menguatkan dan melemahkan hafalan
  8. Tawakal dan akhlak penuntut ilmu

Selain kajian kitab, kegiatan juga diisi dengan program pembiasaan religius, antara lain:

  • Program One Class, One Day, One Juz melalui tadarus Al-Qur’an bersama pembimbing kelas
  • Hafalan minimal dua kata mutiara berbahasa Inggris dan bahasa Arab setiap hari
  • Pembinaan khusus bagi peserta didik putri yang sedang berhalangan dengan pendampingan guru putri
  • Bimbingan intensif karakter dan adab belajar di setiap kelas

Ketua panitia berharap seluruh siswa dapat mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh semangat agar nilai-nilai adab dalam menuntut ilmu dapat tertanam secara berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum, Sarifudin, mewakili Pelaksana Tugas Kepala Madrasah yang berhalangan hadir karena tugas kedinasan, menyampaikan pesan agar seluruh civitas madrasah berkontribusi menyukseskan kegiatan pembelajaran selama Ramadan, termasuk Pesantren Ramadan. Ia menekankan bahwa keberhasilan kegiatan sangat ditentukan oleh kesungguhan seluruh peserta dalam mengikuti setiap rangkaian program.

Kegiatan pembukaan ditutup dengan pengalungan tanda peserta secara simbolis, dilanjutkan dengan penyampaian materi awal kitab Ta’limul Muta’allim dalam bentuk kuliah umum untuk seluruh peserta. Setelah itu, siswa kembali ke kelas masing-masing untuk mengikuti bimbingan intensif bersama guru pembimbing.
Melalui kegiatan Pesantren Ramadan ini, madrasah menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga oleh adab dan karakter dalam menuntut ilmu. Ramadan menjadi momentum strategis untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual, disiplin dalam belajar, serta hormat kepada guru dan sesama.

Kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan kesadaran bahwa ilmu yang berkah lahir dari niat yang lurus, adab yang terjaga, serta kesungguhan dalam proses belajar. Dengan demikian, Pesantren Ramadan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan media pembinaan berkelanjutan dalam membentuk generasi madrasah yang berakhlak mulia, berilmu, dan berdaya saing.

Program ini sekaligus menjadi wujud komitmen madrasah dalam mendukung penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keislaman sebagai bagian dari transformasi pendidikan madrasah yang unggul dan bermartabat.

(Dok. Humas MAN 3 Sukabumi)

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan