Rabu, 29-04-2026
  • Aya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasi
  • Aya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasi

SERASI (Selasa Literasi dan Aspirasi) KARTINI

Diterbitkan : - Kategori : Uncategorized

Mantis.news_SERASI Perpustakaan MAN 3 Sukabumi kembali digelar setelah sempat terhenti selama beberapa pekan akibat libur panjang Idulfitri serta pelaksanaan ujian kelas XII. Bertepatan dengan tanggal 21 April yang diperingati sebagai Hari Kartini, kegiatan SERASI kali ini hadir dengan nuansa yang berbeda dan lebih bermakna.

Berlokasi di pelataran parkir kendaraan depan ruang Wakamad, kegiatan berlangsung dalam suasana sederhana namun sarat makna. Di bawah pepohonan yang menjulang tinggi, seluruh siswa-siswi duduk bersama, masing-masing membawa teks yang sebelumnya telah ditugaskan oleh pustakawati.

Mengusung semangat Hari Kartini, siswa diminta membawa satu biografi tokoh wanita Indonesia. Tidak hanya berfokus pada R.A. Kartini, siswa diberi kebebasan memilih tokoh perempuan inspiratif lain yang memiliki semangat perjuangan serupa. Hal ini menjadi ruang bagi siswa untuk berekspresi sekaligus memperluas wawasan tentang peran perempuan dalam sejarah dan kehidupan bangsa.

Kegiatan kali ini juga terasa istimewa dengan kehadiran seluruh guru yang turut membersamai siswa. Para guru perempuan tampil anggun mengenakan kebaya, sementara guru laki-laki mengenakan batik, menciptakan suasana yang kental dengan nuansa budaya dan penghormatan terhadap perjuangan perempuan Indonesia.

Acara dipandu oleh Uti Maftukhah selaku pustakawati dan Milenia Dwi Agustin sebagai guru Bahasa Inggris. Sambutan disampaikan oleh Yuli Yuniar selaku Humas yang mewakili Plt Kepala Madrasah, H. Henda, M.Ag. Dalam pesannya, beliau menegaskan bahwa semangat Kartini harus diwujudkan melalui kebiasaan membaca dan belajar yang konsisten. Beliau menyampaikan bahwa budaya literasi bukan sekadar program, melainkan fondasi penting dalam membentuk karakter, memperluas wawasan, dan melatih daya pikir kritis. “Membaca adalah langkah awal menuju perubahan. Apa yang dibaca, hendaknya tidak berhenti pada pemahaman, tetapi juga diwujudkan dalam sikap dan tindakan sehari-hari,” demikian pesan yang disampaikan.

Kegiatan inti literasi diawali dengan sesi membaca selama 10 menit, di mana siswa mendalami biografi tokoh yang telah mereka pilih. Suasana kemudian menjadi lebih hidup dengan adanya kuis interaktif seputar tokoh Kartini. Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya yang berpartisipasi aktif menjawab pertanyaan. Reward menarik yang disiapkan oleh MC semakin menambah semangat dan keceriaan peserta.

Acara dilanjutkan dengan sesi parade guru perempuan. Satu per satu guru berjalan menuju panggung dengan balutan kebaya yang anggun, dipanggil namanya oleh MC. Pemandangan ini mengundang decak kagum dari para siswa. Wajah-wajah penuh haru dan bangga tampak jelas ketika melihat sosok guru mereka tampil berbeda dari biasanya.

Parade semakin khidmat saat seluruh peserta menyanyikan lagu “Ibu Kita Kartini” secara bersama-sama. Setelah itu, para guru perempuan dipersilakan duduk berjajar di hadapan siswa sebagai simbol “Kartini masa kini” di lingkungan madrasah.

Kejutan pun hadir ketika beberapa perwakilan guru perempuan diminta berbagi kisah inspiratif di hadapan siswa. Suasana menjadi haru, bahkan beberapa di antaranya menitikkan air mata saat menceritakan perjalanan hidup, perjuangan, serta tantangan yang mereka hadapi.

Dari kisah-kisah tersebut, dapat disimpulkan bahwa perempuan harus berani bermimpi dan memperjuangkan cita-citanya, memiliki keteguhan hati dalam menghadapi berbagai tantangan, serta terus belajar untuk mengembangkan potensi diri. Perempuan juga harus mandiri, percaya diri, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Semangat Kartini mengajarkan bahwa perempuan tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi juga agen perubahan yang membawa kemajuan bagi bangsa.

Sebagai penutup, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa membaca biografi tokoh-tokoh inspiratif tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi sarana refleksi diri. Dengan memahami perjuangan para tokoh, siswa diharapkan mampu meneladani nilai-nilai positif yang akan berkontribusi dalam pembentukan karakter, khususnya bagi generasi remaja.

Dalam pernyataannya, Plt Kepala MAN 3 Sukabumi, H. Henda, M.Ag., melalui pesannya menegaskan bahwa literasi adalah kunci utama dalam membangun generasi unggul. Beliau mengajak seluruh warga madrasah untuk menjadikan membaca sebagai kebutuhan, bukan kewajiban. “Mari kita jadikan madrasah ini sebagai rumah literasi, tempat tumbuhnya generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. Semangat Kartini harus terus hidup dalam diri kita, melalui ilmu, karya, dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

Dengan semangat Hari Kartini, kegiatan SERASI kali ini tidak hanya menjadi ajang literasi, tetapi juga momentum inspiratif untuk menumbuhkan budaya baca dan memperkuat karakter seluruh warga madrasah.

(Dok. Humas MAN 3 Sukabumi)

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan