Jumat, 24-07-2026
  • Aya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasi
  • Aya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasi

Akademisi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Laksanakan Penelitian Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di MAN 3 Sukabumi

Diterbitkan : - Kategori : Uncategorized

Mantis.news_MAN 3 Sukabumi menerima kunjungan tim akademisi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung dalam rangka pelaksanaan penelitian pendidikan terkait implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Kamis, 23 Juli 2026

Kegiatan penelitian ini merupakan bagian dari program penelitian Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang mengangkat tema “Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Deep Learning dan Kurikulum Cinta untuk Penguatan Dimensi Spiritual Peserta Didik.”

Tim peneliti yang berasal dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan tersebut dipimpin oleh Dr. Nurhamzah, M.Ag. dengan sasaran penelitian guru rumpun PAI yang mengajar di kelas XI serta peserta didik kelas XI sebagai sampel penelitian. Selama kegiatan berlangsung, para peneliti melakukan observasi proses pembelajaran, wawancara, serta pengumpulan data terkait implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MAN 3 Sukabumi.

Usai menyelesaikan proses penelitian di kelas, tim akademisi melanjutkan kegiatan dengan sesi refleksi dan berbagi praktik baik bersama para guru MAN 3 Sukabumi. Pada kesempatan tersebut, Dr. Nurhamzah menyampaikan bahwa MAN 3 Sukabumi menjadi salah satu lokus penting dalam penelitian implementasi Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada pembelajaran PAI.

Beliau menjelaskan bahwa implementasi KBC saat ini menjadi salah satu fokus penguatan pendidikan di lingkungan Kementerian Agama, sejalan dengan pengembangan nilai-nilai ekoteologi. Menurutnya, KBC dan ekoteologi bukan sekadar konsep, tetapi harus terinternalisasi dalam seluruh proses pembelajaran melalui penyisipan (insersi) nilai-nilai karakter yang diwujudkan dalam perilaku sehari-hari peserta didik.

Beberapa contoh implementasi nilai tersebut antara lain membiasakan peserta didik untuk saling menghargai, tidak melakukan perundungan (bullying), menjaga tutur kata agar tidak menyakiti orang lain, membangun sikap toleransi, peduli terhadap sesama, bertanggung jawab, menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, mencintai alam sebagai amanah Allah Swt., hemat menggunakan sumber daya, membangun budaya gotong royong, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sebagai bentuk pengamalan ajaran agama.

Dalam paparannya, Dr. Nurhamzah juga menegaskan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di setiap madrasah dapat memiliki bentuk yang berbeda sesuai dengan karakteristik lingkungan dan budaya sekolah. Esensi utama KBC adalah menghadirkan pendidikan yang berlandaskan kasih sayang sehingga peserta didik merasa dihargai, diterima, dan berkembang secara optimal.

Beliau menguraikan sejumlah indikator dalam Kurikulum Berbasis Cinta, di antaranya memberikan perhatian kepada peserta didik, memiliki niat mendidik untuk jangka panjang, memberikan dukungan emosional, membangun komunikasi yang terbuka, menunjukkan sikap penerimaan, memiliki komitmen dalam mendampingi peserta didik, menghadirkan kasih sayang, menciptakan rasa aman, menumbuhkan rasa hormat, serta memberikan pengakuan atas setiap potensi dan capaian yang dimiliki peserta didik.

Lebih lanjut, beliau mengajak para guru untuk merefleksikan makna mencintai peserta didik melalui pendekatan yang sederhana namun mendalam. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari hubungan emosional yang terbangun antara guru dan peserta didik. “Ukuran sederhana bagaimana kita mencintai murid adalah ketika guru memasuki kelas, kehadirannya disambut dengan rasa syukur. Semoga murid menyambut guru dengan ucapan ‘Alhamdulillah’ atau ‘Masyaallah’, bukan sebaliknya,” ungkapnya yang disambut antusias oleh para guru.

Kegiatan refleksi tersebut menjadi ruang diskusi yang produktif bagi guru-guru MAN 3 Sukabumi untuk memperkuat pemahaman mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam pembelajaran PAI, sekaligus menjadi inspirasi dalam menghadirkan proses pembelajaran yang lebih humanis, bermakna, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.

Plt. Kepala MAN 3 Sukabumi, H. Henda, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tim akademisi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung atas kepercayaan menjadikan MAN 3 Sukabumi sebagai lokasi penelitian. Beliau berharap hasil penelitian dan sesi berbagi praktik baik tersebut dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam serta memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah. “Semoga sinergi antara perguruan tinggi dan madrasah ini terus terjalin dalam berbagai program akademik yang memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, khususnya bagi MAN 3 Sukabumi,” tuturnya.

(Dok. Humas MAN 3 Sukabumi)

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan