
Mantis.news_Sabtu, 31 Januari 2026, Plt. Kepala Madrasah MAN 3 Sukabumi, H. Henda, M.Ag., mengunjungi Pondok Pesantren Ulul Albab MAN 3 Sukabumi di sela-sela kegiatan GPS (Gebyar Prestasi Santri). Kunjungan tersebut berlangsung saat para santri bersiap kembali melanjutkan rangkaian kegiatan GPS yang telah berjalan selama empat hari.
GPS merupakan agenda tahunan Pondok Pesantren Ulul Albab yang bertujuan untuk menggali, mengasah, dan menampilkan kepiawaian santri dalam berbagai bidang keagamaan, baik akademik maupun praktik ibadah dan keterampilan pesantren. Kegiatan ini menjadi wadah evaluasi sekaligus apresiasi atas proses pendidikan karakter dan keilmuan santri.
Dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, H. Henda, M.Ag. mengajak para santri untuk berbincang ringan namun sarat makna. Beliau menyampaikan sebuah bahan renungan tentang makna lelah dalam kehidupan. Menurutnya, rasa capek adalah sesuatu yang normal, karena lelah menandakan bahwa seseorang sedang berjuang, sedang bergerak, dan sedang menjalani proses kehidupan. Lelah bukanlah tanda kegagalan, melainkan bukti bahwa seseorang tidak diam dan tidak menyerah.

Beliau menjelaskan bahwa manusia diciptakan dengan berbagai elemen, di antaranya fisik, ruh (batin), dan pikiran. Dalam banyak kondisi, yang paling sering merasa lelah bukanlah fisik, melainkan ruh atau batin. Ketika batin lelah, maka pikiran ikut terasa berat, meskipun tubuh masih mampu bergerak. Pikiran sendiri bukanlah akal, melainkan proses kerja akal dalam merespons keadaan. Akal adalah potensi, sedangkan pikiran adalah aktivitasnya.


Lebih lanjut, H. Henda menyampaikan bahwa ruh seluruh makhluk diciptakan oleh Allah pada waktu yang sama, namun manusia dilahirkan ke dunia dalam kondisi dan waktu yang berbeda-beda, sesuai dengan kehendak-Nya. Hal ini mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki garis perjuangan dan ujian masing-masing. Gambaran tentang penciptaan manusia, mulai dari asal kejadian hingga kesempurnaannya, sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Mu’minun ayat 12–14, menjadi pengingat bahwa manusia adalah makhluk yang dimuliakan dan memiliki tanggung jawab besar dalam kehidupannya.
Sebagai penutup, H. Henda, M.Ag. yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, memberikan motivasi kepada seluruh santri Ponpes Ulul Albab. Beliau berpesan agar para santri tidak mudah mengeluh dalam menjalani proses pendidikan. “Santri harus kuat secara ruhani, jernih dalam berpikir, dan tangguh dalam berjuang. Jangan takut lelah, karena dari lelah itulah lahir kedewasaan, ketangguhan, dan keberkahan ilmu,” tuturnya.

Beliau berharap kegiatan GPS tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga membentuk karakter santri yang berakhlak mulia, berilmu, dan siap menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan umat.
(Dok. Humas MAN 3 Sukabumi)

Beri Komentar