Selasa, 14-04-2026
  • Aya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasi
  • Aya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasi

MAN 3 Sukabumi Ikuti Rapat Koordinasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Tingkat Kabupaten

Diterbitkan : - Kategori : Uncategorized

Mantis.news_9 Desember 2025 — MAN 3 Sukabumi menjadi salah satu peserta dalam Rapat Koordinasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk & KB) Kabupaten Sukabumi. Kegiatan berlangsung di SMPN 1 Cikembar dan dihadiri oleh 70 sekolah dari jenjang SD, SMP, MTs, MA, dan SMA pilihan se-Kabupaten Sukabumi.

Rapat koordinasi ini dibuka secara resmi melalui rangkaian acara seremonial, termasuk menyanyikan Lagu Indonesia Raya serta Mars Sukabumi dan Mars KB. Hadir sebagai narasumber perwakilan dari Kemendukbangga, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, Tim Praktisi SSK, serta Kepala sekolah percontohan SSK SMPN 1 Surade.

Dalam laporannya, Kabid Dalduk menyampaikan bahwa program SSK merupakan bagian penting dari upaya pemerintah dalam membangun generasi muda yang peduli terhadap isu kependudukan. Ia menegaskan bahwa implementasi SSK perlu diperkuat melalui kurikulum, kolaborasi lintas sektor, serta intervensi sejak jenjang pendidikan dasar untuk membangun pemahaman sedini mungkin.

Kepala Dinas Dalduk & KB, Eka Nandang Nugraha, S.IP., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa SSK adalah strategi kunci untuk menyiapkan generasi muda yang berkualitas. Ia menekankan pentingnya integrasi pendidikan kependudukan dalam pembelajaran agar siswa mampu menjadi agen perubahan di tengah dinamika demografi dan pertumbuhan penduduk.

Pada sesi materi, narasumber dari Kemendukbangga (Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga) Ibu Merina menjelaskan urgensi SSK dalam menghadapi tantangan kependudukan di Jawa Barat, termasuk urbanisasi, kepadatan penduduk, ketimpangan wilayah, dan persiapan bonus demografi. Pendidikan kependudukan di sekolah diharapkan membentuk karakter, kesadaran sosial, dan kemampuan perencanaan masa depan bagi peserta didik.

Sementara itu, H. Maman Hidayat, M.Ag., M.Si, selaku Kasi Penmad Kemenag Kabupaten Sukabumi, mengapresiasi pelibatan madrasah dalam program SSK. Ia menegaskan bahwa madrasah dapat menggunakan istilah Madrasah Siaga Kependudukan (MSK) untuk menyesuaikan nomenklatur lembaga. Beliau juga menyoroti pentingnya penguatan nilai agama, pembinaan remaja, serta implementasi program BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah) untuk mencegah pernikahan dini dan meningkatkan kesadaran remaja terhadap kesehatan reproduksi.

Narasumber dari Tim Praktisi SSK, Yayan, M.Si dan Yanto, M.Si, memaparkan pengalaman implementasi SSK di sekolah percontohan. Mereka menekankan bahwa pendidikan kependudukan harus dimulai sejak usia dini dan dipadukan dengan praktik langsung melalui kegiatan survei, pemetaan penduduk, pengelolaan Pojok Kependudukan, serta pembelajaran kolaboratif lintas mata pelajaran.

Rapat koordinasi ini juga menghadirkan sesi berbagi praktik baik dari SMPN 1 Surade sebagai sekolah percontohan SSK. Sekolah tersebut berhasil mengintegrasikan program kependudukan dengan Adiwiyata, revitalisasi Geopark, serta kewirausahaan. Mereka juga mengembangkan dua ruang Pojok Kependudukan sebagai pusat edukasi bagi siswa.

Di akhir pertemuan, panitia menegaskan pentingnya dukungan kebijakan, penguatan kolaborasi lintas sektor, penyusunan modul pembelajaran SSK, serta penyediaan anggaran melalui mekanisme daerah agar program dapat berjalan optimal. Seluruh sekolah diharapkan segera melakukan pendaftaran SSK dan mempersiapkan implementasi program pada tahun pelaksanaan berikutnya.

Melalui keikutsertaannya, MAN 3 Sukabumi berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam membangun generasi berencana yang memiliki kesadaran kependudukan, karakter kuat, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan.

(Dok. Humas MAN 3 Sukabumi)

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan