Kamis, 02-04-2026
  • Aya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasi
  • Aya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasi

Perkuat Ukhuwah dan Tingkatkan Amaliah, GTK MAN 3 Sukabumi Adakan Halal Bihalal

Diterbitkan : - Kategori : Uncategorized

Mantis.news_ Selepas pelaksanaan apel pagi dan kegiatan bermushofah yang diikuti oleh seluruh warga madrasah, MAN 3 Sukabumi melanjutkan rangkaian kegiatan dengan halal bihalal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) pada Senin, 30 Maret 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang serbaguna madrasah dalam suasana kekeluargaan dan kebersamaan.

Acara dipandu oleh Humas MAN 3 Sukabumi, Yuli Yuniar, S.Pd. Dalam pembukaannya, ia menyampaikan permohonan maaf atas segala salah dan khilaf selama menjalankan tugas. Ia juga mengajak seluruh GTK untuk meneladani akhlak Rasulullah saw yang mengajarkan bahwa kemuliaan sejati tidak terletak pada kedudukan, melainkan pada keikhlasan hati dalam memaafkan dan menjalin silaturahmi. Momentum halal bihalal ini diharapkan menjadi sarana untuk melepaskan segala ganjalan, melipat lembaran masa lalu dengan penuh keikhlasan, serta membuka lembaran baru dengan hati yang bersih dan penuh harapan.

Kegiatan diawali dengan penyampaian kultum oleh Ustad Ridwan Gojali, S.Pd.I selaku guru Pendidikan Agama Islam. Dalam tausiyahnya, ia menegaskan bahwa Idulfitri merupakan momentum kembali kepada fitrah, yang tidak hanya dimaknai secara simbolik, tetapi harus diwujudkan dalam kesungguhan memperbaiki diri dan hubungan dengan sesama.

Ia menjelaskan dua dimensi dosa dalam kehidupan manusia, yaitu dosa kepada Allah (haqqullah) dan dosa kepada sesama manusia (haqul adami). Dosa kepada Allah masih terbuka pintu ampunan selama manusia mau bertaubat dengan sungguh-sungguh. Namun, dosa kepada manusia merupakan perkara yang lebih berat, karena selain memohon ampun kepada Allah, juga harus diselesaikan dengan manusia yang bersangkutan.

Lebih lanjut disampaikan, dosa kepada sesama tidak cukup diselesaikan dengan ucapan semata, melainkan memerlukan keberanian untuk merendahkan hati, mengakui kesalahan, serta memohon maaf dengan tulus. Dalam konteks kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah, kesalahan bisa hadir dalam bentuk perkataan, sikap, maupun perlakuan yang mungkin tidak disadari. Oleh karena itu, momentum Idulfitri hendaknya menjadi pengingat serius agar setiap individu tidak menunda untuk saling memaafkan, karena beban dosa kepada sesama akan terus melekat selama belum diselesaikan.

Usai kultum, acara dilanjutkan dengan penyampaian ungkapan perasaan sebagai bentuk pelepasan dosa, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Penyampaian diawali oleh Kepala Tata Usaha MAN 3 Sukabumi, Bapak Erwin Agustian Faiz, S.Pd.I, kemudian dilanjutkan oleh para Wakil Kepala Madrasah serta perwakilan GTK. Seluruh penyampaian tersebut pada hakikatnya mengandung pesan yang sama, yaitu ungkapan permohonan maaf yang tulus atas segala kekhilafan dalam interaksi dan pelaksanaan tugas, disertai komitmen untuk memperbaiki diri serta mempererat kebersamaan dalam bingkai kekeluargaan dan profesionalitas.

Sebagai inti acara, Plt. Kepala MAN 3 Sukabumi, H. Henda, M.Ag., menyampaikan siraman rohani Idulfitri. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya peningkatan amaliah pasca-Ramadan, khususnya di bulan Syawal dan bulan-bulan berikutnya. Ia mengingatkan bahwa manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang mudah berbuat salah, namun seringkali lambat dalam meminta maaf.

Beliau menjelaskan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi berjabat tangan, melainkan upaya untuk “menghalalkan” atau membersihkan dosa-dosa, khususnya dosa antarsesama, agar tidak terus menumpuk dari waktu ke waktu. Momentum awal masuk kerja ini, menurutnya, harus dimanfaatkan secara optimal untuk saling memaafkan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.

Ia juga mengilustrasikan bahwa dalam hubungan yang paling dekat sekalipun, seperti suami dan istri, ketika saling memaafkan dan berjabat tangan, maka dosa-dosa akan berguguran. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk senantiasa menjaga prasangka baik, memperkuat hubungan harmonis, serta membangun komunikasi yang sehat, baik di lingkungan keluarga maupun tempat kerja.

Lebih jauh, beliau menegaskan bahwa dalam menjalankan tugas sebagai pendidik dan tenaga kependidikan, diperlukan penguasaan metodologi, strategi, serta kecerdasan dalam bekerja. Hal ini harus diiringi dengan peningkatan kualitas spiritual, sehingga antara profesionalitas dan nilai keimanan berjalan seimbang. Ia juga mengingatkan bahwa waktu terus berjalan, sehingga diperlukan kesadaran untuk terus meningkatkan kualitas amaliah, agar tidak stagnan dari waktu ke waktu.

Kegiatan halal bihalal ini ditutup dengan ramah tamah dan menikmati jamuan sederhana, yang semakin mempererat tali silaturahmi di antara seluruh GTK MAN 3 Sukabumi. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun semangat baru untuk bekerja lebih baik, memperkuat ukhuwah, serta meningkatkan kualitas pengabdian dalam dunia pendidikan.

(Humas MAN 3 Sukabumi)

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan