Mantis.news—Senin, 30 Maret 2026, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Sukabumi mengawali hari pertama masuk madrasah pasca-Idulfitri dengan melaksanakan apel pagi yang berlangsung penuh semangat kebersamaan. Apel diikuti oleh seluruh siswa kelas X hingga XII serta seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana Tugas Kepala Madrasah, H. Henda, M.Ag. yang secara kedinasan pokok menjabat sebagai Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Kementerian Agama Kab. Sukabumi. Kehadiran beliau di hari pertama masuk madrasah menjadi bentuk perhatian dan komitmen dalam membersamai warga madrasah mengawali aktivitas pasca-Ramadan dan Idulfitri.
Bertindak sebagai pembina apel, Zeni Zenal Arifin, M.Pd., menyampaikan amanat yang sarat makna dengan mengangkat tema “Semangat Idulfitri sebagai Landasan Karakter Warga Madrasah”. Dalam amanatnya, beliau menekankan empat nilai utama yang perlu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah.


Pertama, pentingnya menebarkan sikap saling memaafkan. Momentum Idulfitri menjadi kesempatan bagi seluruh warga madrasah untuk membersihkan hati, memperbaiki hubungan, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah. Sikap ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang harmonis dan penuh ketenangan.
Kedua, menumbuhkan semangat tanggung jawab dan disiplin. Setelah menjalani ibadah Ramadan, siswa diharapkan mampu membawa nilai-nilai kedisiplinan dalam menjalankan kewajiban sebagai pelajar, baik dalam kehadiran, ketepatan waktu, maupun kesungguhan dalam belajar.
Ketiga, memperkuat semangat kerja sama. Lingkungan madrasah merupakan ruang kolaboratif yang menuntut sinergi antar siswa maupun antara siswa dan guru. Dengan kerja sama yang baik, berbagai program madrasah dapat berjalan optimal dan menghasilkan prestasi yang membanggakan.
Keempat, menghidupkan semangat berakhlak karimah. Nilai ini menjadi inti dari pendidikan di madrasah, di mana siswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter mulia dalam sikap, tutur kata, dan perilaku sehari-hari.
“Idulfitri bukan hanya perayaan, tetapi momentum untuk kembali kepada fitrah, memperbaiki diri, dan meningkatkan kualitas akhlak. Jadikan semangat ini sebagai energi positif dalam menuntut ilmu dan berinteraksi di madrasah,” ungkap Zeni dalam amanatnya.

Usai amanat pembina apel, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian informasi dan motivasi dari Wakil Kepala Madrasah bidang Kesiswaan dan Kurikulum. Dalam penyampaiannya, mereka mengajak siswa untuk menjadikan pengalaman selama Ramadan sebagai bekal dalam meningkatkan kedisiplinan belajar serta memperkuat integritas sebagai pelajar madrasah.

Sebagai penutup, apel pagi diakhiri dengan kegiatan musyafahah (saling bersalaman) antara GTK dan seluruh siswa. Momen ini berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan, mencerminkan semangat kebersamaan serta saling memaafkan yang menjadi inti dari Idulfitri.
Kegiatan ini diharapkan menjadi awal yang baik dalam membangun kembali ritme pembelajaran yang produktif serta memperkuat karakter religius, disiplin, dan berakhlak mulia di lingkungan MAN 3 Sukabumi, sejalan dengan semangat pembinaan pendidikan di bawah Kementerian Agama.

Beri Komentar