Sabtu, 03-10-2026
  • Aya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasi
  • Aya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasiAya disisi jembar prestasi, MAN 3 Sukabumi tidak ada zonasi

Yasti Yustia Asih, Alumni MAN 3 Sukabumi, Bekali Peserta LDKS dengan Kepemimpinan Aktif, Kreatif, dan Inspiratif

Diterbitkan : - Kategori : Uncategorized

Mantis.news—Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) MAN 3 Sukabumi bukan hanya menjadi ruang pembekalan organisasi, tetapi juga kesempatan bagi peserta untuk belajar memahami makna kepemimpinan secara lebih nyata. Pada kegiatan yang berlangsung Sabtu–Minggu, 3–4 Oktober 2026, sebanyak 90 peserta dari unsur pengurus OSIS, MPK, dan ekstrakurikuler mendapatkan materi kepemimpinan dari Yasti Yustia Asih, S.IP., M.Kesos., Ketua Bawaslu Kota Sukabumi sekaligus alumni MAN 3 Sukabumi yang dahulu bernama MAN Surade.
Kehadiran Yasti memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Sebagai alumni madrasah, ia kembali hadir di almamaternya bukan hanya membawa pengalaman profesional, tetapi juga berbagi pembelajaran yang diperolehnya selama aktif di berbagai bidang. Saat ini, Yasti dipercaya sebagai Ketua Bawaslu Kota Sukabumi.


Dengan latar belakang pendidikan Pascasarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Indonesia dan pengalaman di bidang pemerintahan, pendidikan, penelitian, kebijakan publik, serta organisasi, Yasti mengajak peserta melihat kepemimpinan bukan semata-mata sebagai posisi atau jabatan. Menurut materi yang disampaikannya, kepemimpinan merupakan kemampuan memberikan pengaruh positif dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan bersama melalui semangat kebersamaan.
Di hadapan peserta LDKS, Yasti menekankan bahwa seorang pemimpin perlu memiliki karakter yang dapat menjadi teladan bagi anggota. Inspiratif, bertanggung jawab, jujur, disiplin, peduli terhadap tim, percaya diri, dan komunikatif menjadi sejumlah karakter yang perlu dibangun oleh seorang pemimpin.


Tidak berhenti pada pembentukan karakter, peserta juga diajak memahami keterampilan dasar yang dibutuhkan dalam menjalankan organisasi. Komunikasi efektif, manajemen waktu, problem solving, dan kerja sama tim menjadi kemampuan penting agar seorang pemimpin mampu menjaga koordinasi dan keharmonisan tim.
Yasti juga menggarisbawahi pentingnya membangun tim melalui sikap saling menghargai, saling mendukung, pembagian tugas secara adil, serta kemampuan menyelesaikan konflik dengan baik. Hal tersebut menjadi penting karena dalam organisasi, seorang pemimpin akan berhadapan dengan beragam tantangan, mulai dari perbedaan pendapat, kurangnya komunikasi, anggota yang kurang aktif, hingga tanggung jawab yang harus diemban.
Untuk membuat materi lebih kontekstual, peserta tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga diarahkan mengikuti diskusi dan studi kasus organisasi. Mereka diajak mengidentifikasi persoalan, mendiskusikan solusi, kemudian mempresentasikan hasil pemikiran kelompok. Pendekatan tersebut memberi kesempatan kepada peserta untuk melatih kemampuan berpikir, berkomunikasi, bekerja sama, dan mengambil keputusan.
Pada bagian akhir, Yasti mengajak peserta memandang kepemimpinan sebagai proses belajar yang berlangsung terus-menerus. Kepemimpinan tidak dibentuk hanya melalui teori, tetapi juga melalui pengalaman berorganisasi, kepekaan sosial, keberanian menghadapi persoalan, dan ketangguhan dalam menjalankan tanggung jawab.
Kehadiran alumni dalam kegiatan LDKS tersebut sekaligus menunjukkan bahwa madrasah tidak berhenti pada proses pembelajaran di ruang kelas. Jejak alumni yang berkiprah di berbagai bidang dapat menjadi sumber inspirasi sekaligus jembatan pembelajaran bagi generasi berikutnya. Bagi peserta LDKS MAN 3 Sukabumi, pengalaman Yasti menjadi contoh bahwa proses pendidikan dan pengalaman berorganisasi di madrasah dapat menjadi bagian dari perjalanan menuju ruang pengabdian dan kepemimpinan yang lebih luas.
Dengan demikian, materi kepemimpinan dalam LDKS diharapkan tidak sekadar menghasilkan pengurus organisasi yang mampu menjalankan program kerja, tetapi juga membentuk siswa yang mampu berkomunikasi, bertanggung jawab, bekerja sama, menyelesaikan persoalan, dan memberi pengaruh positif bagi lingkungannya.

(Dok. Humas MAN 3 Sukabumi)

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan