πŸ“ž 0266490273 βœ‰οΈ man3kabsukabumi@gmail.com πŸ•’ Sen–Jum 07.00–15.00 WIB
✨ Selamat! MAN 3 Sukabumi meraih predikat ZI-WBKM 2024 dari Kemenag RI. ✨ Selamat! MAN 3 Sukabumi meraih predikat ZI-WBKM 2024 dari Kemenag RI.
NPSN: 20280453 β”‚

Bertahan di Tengah Gerimis, MAN 3 Sukabumi Teguhkan Semangat Sumpah Pemuda melalui Pengabdian

Surade (Mantis.news) β€” Semangat persatuan dan nasionalisme mewarnai pelaksanaan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) Tahun 2026 di Lapang Lodaya, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Rabu (28/10/2026). MAN 3 Sukabumi turut berpartisipasi bersama unsur pemerintahan, organisasi kepemudaan, dan berbagai elemen masyarakat se-Kecamatan Surade dalam kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut.

Upacara dipimpin oleh Camat Surade, Usep Supelita, S.E., M.Si., selaku pembina upacara. Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Surade bertugas dalam rangkaian upacara, sementara grup drum band Indra Pakca Lokananta MAN 3 Sukabumi mengiringi kegiatan dengan penampilan musik yang menambah semarak suasana peringatan.

Siswa MAN 3 Sukabumi menjadi salah satu kelompok peserta dengan jumlah terbanyak. Adapun siswa kelas XII tidak dilibatkan dalam kegiatan ini karena sedang mengikuti rangkaian Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Partisipasi madrasah dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda tidak sekadar menjadi bentuk keikutsertaan dalam agenda nasional, tetapi juga wujud nyata kontribusi lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai kebangsaan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial kepada generasi muda.
Gerimis Tak Menyurutkan Semangat Peserta

Pelaksanaan upacara berlangsung di tengah gerimis yang cukup membasahi para peserta. Kendati demikian, kondisi cuaca tidak menyurutkan semangat mereka untuk tetap berdiri dalam barisan dan mengikuti seluruh rangkaian upacara hingga selesai.

Keteguhan peserta dalam mengikuti upacara menjadi gambaran sederhana tentang arti komitmen dan penghormatan terhadap momentum bersejarah bangsa. Semangat tersebut sekaligus mengingatkan bahwa nasionalisme tidak hanya ditunjukkan melalui kata-kata atau simbol, tetapi juga melalui sikap disiplin, kesungguhan, dan kesediaan menjalankan tanggung jawab bersama.

Dalam momentum tersebut, Usep Supelita, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasinya terhadap grup drum band Indra Pakca Lokananta MAN 3 Sukabumi. Ia mengungkapkan kebanggaannya karena tim tersebut senantiasa siap mendukung berbagai kegiatan resmi yang diselenggarakan di Kecamatan Surade.

Kesiapan grup drum band dalam mengiringi kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan dinilai sebagai bentuk kontribusi positif peserta didik di luar kegiatan pembelajaran di kelas. Melalui keterlibatan tersebut, siswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan, kedisiplinan, kerja sama, serta rasa tanggung jawab terhadap amanah yang diberikan.

Apresiasi tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah kecamatan dan lembaga pendidikan dalam memberikan ruang bagi generasi muda untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

Plt. Kepala MAN 3 Sukabumi: Kepercayaan adalah Amanah untuk Mengabdi

Plt. Kepala MAN 3 Sukabumi, H. Sarifudin, S.Pd., M.M., menyambut baik sekaligus menyampaikan rasa terhormat atas kepercayaan Pemerintah Kecamatan Surade yang senantiasa memberikan amanah kepada MAN 3 Sukabumi untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan resmi di Lapang Lodaya.

Menurutnya, keterlibatan madrasah dalam kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial sekaligus kesempatan untuk mempererat hubungan antara lembaga pendidikan dan lingkungan sekitarnya.

β€œSudah sepantasnya MAN 3 Sukabumi turut berkontribusi dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan di Lapang Lodaya, terlebih lokasi madrasah berada tidak jauh dari tempat kegiatan. Alhamdulillah, segenap civitas MAN 3 Sukabumi senantiasa siap menjalankan amanah yang dipercayakan kepada kami. Kepercayaan ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab yang harus kami laksanakan dengan sebaik-baiknya,” ungkap Sarifudin.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan madrasah dalam kegiatan masyarakat bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan juga menjadi sarana memberikan teladan kepada peserta didik tentang pentingnya pengabdian, kepedulian, dan kesediaan mengambil peran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

β€œKami ingin memberikan teladan kepada putra-putri kami bahwa menjadi pemuda Indonesia berarti siap mengambil peran, berani memikul tanggung jawab, dan bersedia memberikan kemampuan terbaik bagi masyarakat. Perjuangan pemuda masa kini tidak selalu dilakukan di medan pertempuran, tetapi melalui pendidikan, prestasi, karya, kedisiplinan, serta pengabdian yang memberikan manfaat bagi bangsa dan negara,” tambahnya.

Menurut Sarifudin, semangat tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan madrasah, yakni membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga berakhlak mulia, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan bangsa.

Ia berharap momentum Hari Sumpah Pemuda dapat menggerakkan seluruh warga madrasah untuk terus menjaga persatuan di tengah keberagaman, mengembangkan potensi diri, dan menjadikan ilmu pengetahuan serta akhlak sebagai bekal dalam menghadapi tantangan zaman.

Sumpah Pemuda: Dari Ikrar Persatuan Menuju Aksi Nyata

Peringatan Hari Sumpah Pemuda memiliki makna penting bagi dunia pendidikan, khususnya dalam membangun kesadaran kebangsaan dan memperkuat karakter generasi muda. Ikrar yang lahir pada 28 Oktober 1928 menjadi tonggak sejarah perjuangan bangsa yang menegaskan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan, yaitu Indonesia.

Jika para pemuda pada masa itu berjuang menyatukan perbedaan demi cita-cita kemerdekaan, generasi muda masa kini menghadapi tantangan yang berbeda, tetapi tidak kalah penting. Perkembangan teknologi, derasnya arus informasi, persaingan global, dan berbagai persoalan sosial menuntut pemuda untuk terus belajar, beradaptasi, serta berkarya tanpa kehilangan jati diri dan kecintaan terhadap tanah air.

Dalam konteks tersebut, MAN 3 Sukabumi berupaya menerjemahkan semangat Sumpah Pemuda ke dalam tindakan nyata. Kehadiran siswa dalam upacara, kesiapan grup drum band Indra Pakca Lokananta menjalankan tugas, serta partisipasi madrasah dalam kegiatan pemerintahan setempat merupakan contoh bahwa nasionalisme dapat diwujudkan melalui kontribusi sederhana yang dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.

Peringatan Sumpah Pemuda hendaknya tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk membangun kesadaran bahwa setiap pemuda memiliki peran dalam kemajuan bangsa. Bagi pelajar, perjuangan masa kini dapat diwujudkan melalui kesungguhan belajar, pencapaian prestasi, sikap saling menghormati, penggunaan teknologi secara bijak, serta keberanian memberikan kontribusi positif di sekolah dan masyarakat.

Nilai-nilai tersebut juga menjadi bagian penting dari pembinaan karakter di madrasah. Siswa tidak hanya diajak memahami sejarah perjuangan para pendahulu, tetapi juga belajar meneruskan semangatnya melalui perilaku sehari-hari, kepedulian sosial, dan kesediaan menjalankan amanah.

Partisipasi MAN 3 Sukabumi dalam upacara di Lapang Lodaya menjadi salah satu bentuk pembelajaran nyata tersebut. Di tengah gerimis yang membasahi lapangan, keteguhan peserta mengikuti upacara hingga tuntas menghadirkan pesan bahwa cinta tanah air memerlukan kesungguhan, disiplin, dan komitmen.

Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda Tahun 2026, MAN 3 Sukabumi meneguhkan komitmennya untuk terus berkontribusi bagi masyarakat, memperkuat sinergi dengan pemerintah setempat, dan mendidik generasi muda yang siap mengambil bagian dalam pembangunan bangsa.

Semangat Sumpah Pemuda pada akhirnya bukan hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu, melainkan tentang keberanian generasi masa kini untuk meneruskan cita-cita para pendahulu melalui ilmu, karya, persatuan, dan pengabdian. Dari madrasah, untuk masyarakat, dan demi Indonesia yang lebih baik.

(Dok. Humas MAN 3 Sukabumi)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *